Rektor UA Hadiri Sarasehan dan FGD LPTNU Jatim Bersama Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek

Malang, UA Media— Rektor Universitas Annuqayah, Sumenep, Madura, Dr. KH. Mohammad Hosnan, M.Pd, berkesempatan hadir di kegiatan Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Direktur Kelembagaan Dirjen Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., yang diselenggarakan oleh  LPTNU Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi PTNU 2045: Membangun Ekosistem Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang Unggul, Mandiri, Berdampak dan Mendunia” dipusatkan di Hall KH Abdurrahman Wahid, Lantai 7 Gedung Ali bin Abi Thalib, Universitas Islam Malang. 

Kegiatan Sarasehan dan FGD ini menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk berdiskusi mengenai penguatan kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta arah pengembangan perguruan tinggi NU agar semakin adaptif terhadap tantangan pendidikan di masa mendatang.

Dalam forum tersebut, para pimpinan perguruan tinggi NU bersama jajaran LPTNU Jatim dan Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek bertukar gagasan mengenai berbagai persoalan dan peluang pengembangan pendidikan tinggi.

 Rektor Universitas, Dr. KH. Mohammad Hosnan, M.Pd, berkesempatan untuk berdiskusi dalam sesi tanya jawab dan memperoleh ruang untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan perguruan tinggi bersama Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek dan Sekjen LPT PBNU. 

"Alhamdulillah. Kami memperoleh banyak pengetahuan dan arahan tentang tata kelola perguruan tinggi dan pengembangannya ke depan," katanya. 

Menurut Rektor mantan aktivis Yogyakarta ini sinergi antara LPTNU, perguruan tinggi NU, dan pemerintah menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berdaya saing, serta berdampak bagi kemajuan bangsa.

"Bagi kami forum ini sekaligus memperkuat semangat transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul, literat, dan mampu berjejaring secara lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) PWNU Jawa Timur, Prof. Junaidi Mistar, mengatakan Sarasehan dan FGD ini fokus pada 6 isu utama termasuk kelembagaan dan badan hukum penyelenggara, termasuk penguatan akademik.

“Nanti kami harapkan upaya perluasan program studi di lingkungan LPTNU, terutama prodi STEM dan ilmu-ilmu kesehatan. Kami merasa perlu berkontribusi lagi dalam rangka kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan NU. Oleh karenanya, kegiatan sarasehan dan FGD ini kita selenggarakan,” katanya.

Menurutnya, sesuai dengan arahan dari LPT PBNU, LPTNU Jatim diminta untuk terus mengupayakan penambahan program studi kedokteran dan yang sudah membuka prodi kedokteran dikembangkan ke program profesi.

“Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan nanti kita dapatkan wawasan yang lebih tentang arah kebijakan pengembangan perguruan tinggi di Indonesia dan arah pengembangan PTNU di Indonesia. Sehingga menjadi bahan kami untuk melakukan FGD sebagai tindaklanjut,” tambahnya.

Prof. Junaidi mengharapkan perguruan tinggi NU di Jawa Timur bisa terus meningkatkan kerja sama yang intens sesama PTNU dan perguruan tinggi di luar PTNU untuk pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.  

“Kerja sama kolaborasi yang lebih intens sesama PTNU dan perguruan tinggi diluar PTNU. Kegiatan ini dalam rangka menyeramakan kegiatan pra Muktamar,” pungkasnya. 

Abdul Warits (Humas)