Surabaya, UA Media — Dr. Kiai Ahmad Majdi Tsabit, M.Ei, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Annuqayah menghadiri Seminar Flagship dan Pembukaan The 5th International Conference on Islamic Economics, Business, and Philanthropy (ICIEBP) 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur, Jumat, 25 September 2026, di Mainstage Exhibition Hall Lantai 1, Grand City Convention & Exhibition, Surabaya.
Kehadiran Dekan FEB Universitas Annuqayah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan kelembagaan dalam pengembangan ekonomi dan bisnis syariah, khususnya melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
The 5th ICIEBP 2026 menjadi salah satu forum penting bagi para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan ekonomi Islam, bisnis syariah, serta filantropi.
Dekan FEB Universitas Annuqayah dalam forum itu mempertanyakan bagaimana produk tidak hanya memiliki label halal tetapi proses yang dilakukan harus berdasarkan proses proses yang halal.
"Harapan kami bagaimana produk tidak hanya memiliki label halal di akhir, tetapi setiap proses yang dilakukan bisa juga dipastikan kehalalannya," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, IAEI Jawa Timur menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki misi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi Jawa Timur yang berkeadilan, menyiapkan sumber daya manusia berkualitas di bidang ekonomi dan bisnis syariah, serta membangun sinergi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membumikan ekonomi syariah.
Selain itu, IAEI Jawa Timur juga mendorong pengkajian dan penelitian di bidang ekonomi syariah, pembangunan jaringan nasional dan internasional, serta pengembangan berbagai inisiatif lokal untuk memperkuat kemandirian masyarakat.
Saat ini, DPW IAEI Jawa Timur memasuki periode kepengurusan 2026–2031 berdasarkan SK DPP IAEI Nomor 071/SK/DPP-IAEI/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026. Dalam periode tersebut, IAEI Jawa Timur mengorganisasi 66 Komisariat IAEI se-Jawa Timur, sekaligus menjadi jumlah komisariat terbesar secara nasional.
Kiai Majdi berharap keterlibatan dalam forum seperti ICIEBP menjadi momentum untuk memperluas wawasan dan jejaring dalam pengembangan ekonomi syariah.
"Hal ini juga sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu merespons dinamika ekonomi dan bisnis syariah di tingkat lokal, nasional, maupun global sehingga semakin aktif membangun kolaborasi dan kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam serta penguatan ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur," pungkasnya.