Jakarta, UA Media — Rektor Universitas Annuqayah (UA), Sumenep, Madura, Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd., menghadiri International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 dengan mengusung tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace” yang diselenggarakan di Jakarta, 25–28 September 2026.
Sejumlah lokasi menjadi tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan, yakni Istana Presiden, Masjid Istiqlal, Hotel Grand Syahid Jakarta, dan Hotel Bidakara Jakarta. Forum ini turut menghadirkan sejumlah tokoh dan ulama internasional, di antaranya Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Grand Imam Haramain), Syaikh Prof. Dr. Nadhir Ayyad (Grand Mufti Mesir), Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA (Grand Imam Istiqlal), Imam Hamzah Yusuf (Grand Imam Amerika), Imam Syaikh Rawil Gaynudtin (Grand Imam Rusia), serta Prof. Dr. Aziz Hasanović (Mufti Kroasia).
Peserta konferensi berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah dan Asia Barat, Asia Selatan dan Asia Tengah, Afrika, hingga Eropa, Amerika, dan Oseania.
Rektor Universitas Annuqayah, Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd. mengatakan IGIC 2026 menjadi forum yang mempertemukan Grand Imam, ulama, akademisi, tokoh agama, serta perwakilan lembaga keagamaan dari berbagai negara.
“Konferensi ini dirancang sebagai platform internasional bagi para imam untuk berdialog, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kompetensi dalam menghadapi isu-isu keagamaan dan sosial di tingkat global,” katanya.
Kiai Husnan menambahkan kehadiran Universitas Annuqayah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari keterlibatan perguruan tinggi Islam dalam forum yang membahas peran strategis tokoh agama di tengah berbagai tantangan global.
“Isu yang melatarbelakangi konferensi, antara lain perubahan iklim, meningkatnya radikalisme dan ekstremisme, konflik sosial, degradasi moral, ketimpangan sosial, serta disintegrasi kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Rektor Universitas Annuqayah dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan kolaborasi internasional. Bagi Universitas Annuqayah, partisipasi dalam forum internasional semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam membangun harmoni sosial, diplomasi keagamaan, dan perdamaian global.
“Sesuai tujuan konferensi, IGIC 2026 diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan keagamaan, memperluas jejaring internasional, serta mendorong dialog dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan global,” pungkasnya.